Donald Trump Akui Dirinya Jadi Target Utama Pembunuhan Oleh Iran

news.fin.co.id - 09/07/2026, 09:11 WIB

Donald Trump Akui Dirinya Jadi Target Utama Pembunuhan Oleh Iran

Donald Trump

fin.co.id - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengaku meyakini dirinya menjadi salah satu target utama Iran. Pernyataan tersebut disampaikan Trump saat berbicara dalam konferensi pers di Ankara pada Rabu 8 Juli 2026.

Dalam kesempatan itu, Trump menyinggung kondisi kepemimpinan Iran sekaligus mengaitkannya dengan ancaman yang menurutnya juga mengarah kepada dirinya.

"Mereka memiliki para pemimpin, namun mereka telah tiada... Mereka memiliki barisan pemimpin lain. Mereka pun bisa saja tiada. Siapa yang tahu?" ujar Trump dalam konferensi pers di Ankara.

"Saya juga bisa saja tiada, karena saya adalah target nomor satu mereka" lanjutnya.

Meski mengaku menjadi sasaran, Trump menegaskan dirinya tidak terlalu mempersoalkan ancaman tersebut. Menurutnya, ia hanya menjalankan tanggung jawab sebagai Presiden Amerika Serikat.

Trump juga mengungkapkan penilaiannya mengenai peluang seorang presiden menjadi korban pembunuhan. Ia menyebut angka risikonya mencapai 5,2 persen.

"Kehidupan presiden sangat berbahaya dengan risiko 5,2 persn. Bandingkan dengan pembalap mobil atau penunggang banteng yang risikonya hanya sepersepuluh dari 1 persen. Angka 5,2 persen bagi presiden berarti Anda terancam tidak selamat," ujar Trump.

Dalam beberapa tahun terakhir, Trump memang beberapa kali menjadi sasaran dugaan percobaan pembunuhan.

Insiden pertama terjadi saat rapat umum kampanyenya di Pennsylvania pada Juli 2024. Dalam peristiwa tersebut, Trump mengalami luka di bagian telinga setelah terkena tembakan.

Beberapa bulan kemudian, tepatnya pada September 2024, upaya serupa kembali terjadi di klub golf milik Trump yang berada di Florida.

Sementara itu, pada April 2026, insiden penembakan kembali terjadi ketika Trump menghadiri acara makan malam Asosiasi Koresponden Gedung Putih.

Seusai kejadian tersebut, tersangka dijerat dengan sejumlah dakwaan, termasuk tuduhan percobaan pembunuhan terhadap Presiden Amerika Serikat.

Tidak lama berselang, pada Juni 2026, Biro Investigasi Federal (FBI) mengungkap adanya rencana yang menyasar sebuah acara UFC di Gedung Putih. Departemen Kehakiman Amerika Serikat kemudian menetapkan rencana tersebut sebagai upaya pembunuhan terbaru terhadap Donald Trump. *

Afdal Namakule
Afdal Namakule
Penulis

Jurnalis profesional sejak 2016 dengan spesialisasi isu Politik, News, dan Lifestyle. Menjabat sebagai Redaktur di FIN.CO.ID sejak 2018, ia juga aktif mengulas perkembangan teknologi terkini. Berdedikasi menyajikan informasi akurat dan kredibel bagi pembaca