Indonesia Bidik Pasar Halal Dunia, 70 Negara Bakal Diundang

news.fin.co.id - 08/07/2026, 21:02 WIB

Indonesia Bidik Pasar Halal Dunia, 70 Negara Bakal Diundang

Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Haikal Hasan atau biasa dikenal Babe Haikal menegaskan, tidak ada penghapusan kewajiban sertifikasi halal bagi produk asal Amerika Serikat (AS) yang masuk ke Indonesia.

fin.co.id - Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Ahmad Haikal Hasan atau Babeh Haikal mengungkapkan rencana pemerintah untuk memperluas kerja sama industri halal dengan mengundang 70 negara di luar anggota kelompok D-8.

Hal tersebut disampaikan Haikal setelah peresmian D-8 Halal Expo Indonesia (HEI) 2026 yang diikuti oleh delapan negara Islam. Pada tahun ini, keanggotaan D-8 bertambah dengan bergabungnya Azerbaijan.

Menurut Haikal, langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat ekosistem ekonomi halal dunia. Pemerintah ingin membangun kolaborasi internasional agar industri halal tidak hanya dipandang dari sisi keagamaan, tetapi juga sebagai sektor ekonomi global yang memiliki potensi besar.

"Karena pada bulan depan kami mengundang kembali selain yang D-8 ini ditambah lagi dengan 70 negara lainnya. Untuk apa ini? Karena kita ingin menggalang sebuah kekuatan daripada ekonomi halal," tegasnya kepada wartawan di Jakarta, Rabu, 8 Juli 2026.

Haikal menyebut negara dengan produksi produk halal terbesar saat ini justru berasal dari negara yang bukan anggota D-8 maupun negara dengan mayoritas penduduk Muslim. Ia mencontohkan China, Brasil, dan Amerika Serikat sebagai negara dengan kontribusi besar dalam industri halal global.

"Saat ini masih Cina. Nomor dua Brazil, nomor tiga Amerika. Tidak satu pun dari D8 ini dan yang nanti akan bertambah," ujarnya.

Karena itu, Haikal mendorong adanya kesepakatan internasional mengenai standar, logo, serta tata kelola produk halal agar industri tersebut dapat berkembang lebih luas.

"Yuk kita galang sebuah kekuatan kebersamaan tentang logo, tentang standar, bagaimana kita memperlakukan halal bukan lagi sebuah fungsi agama semata, tapi halal sekarang fungsi ekonomi," ungkapnya.

Ia menilai konsep halal kini telah berkembang menjadi simbol kualitas produk yang mencerminkan aspek kesehatan, kebersihan, keamanan, hingga transparansi dalam proses produksi.

"Halal sekarang harus bertransformasi sebagaimana pesan daripada Presiden Bapak Prabowo Subianto bahwa transformasi arti halal menjadi milik semua, menjadi prosperity of life, menjadi simbol of transparency, traceability, dan trustability," jelasnya.

Haikal optimistis penguatan industri halal dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian nasional. Ia menyebut rantai nilai industri halal dalam sembilan bulan terakhir telah memberikan kontribusi sekitar 27 persen terhadap ekonomi Indonesia dengan nilai hampir mencapai Rp5.000 triliun.

"Maka dengan ini ya tadi kita meeting dengan delapan dan sembilan dan juga tamu yang lain akan kita jalin satu ikatan," pungkasnya.

Ia menegaskan kerja sama tersebut tidak berhenti pada forum diskusi. Pemerintah berencana menggelar pertemuan lanjutan dengan melibatkan 70 negara pada 18-20 September 2026 di Transmart Cibubur.

"Di Trans Mart Cibubur itu akan kita undang lagi semuanya, itu dengan 70 negara. Itu akan lebih besar lagi dan ini mudah-mudahan akan menjadi sebuah kekuatan ekonomi seperti yang sering digaungkan," tutupnya.

Mihardi
Mihardi
Penulis

Redaktur FIN.CO.ID