Megapolitan . 06/11/2026, 16:42 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Kepolisian membeberkan kronologi penemuan seorang mahasiswi Program Doktor Ilmu Keperawatan Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) berinisial B yang meninggal dunia di kamar indekosnya di kawasan Beji, Depok.
Korban yang diketahui merupakan penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) tersebut ditemukan, Rabu, 4 November 2026. Saat ditemukan, kondisi jenazah sudah mengalami pembusukan.
Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Hendra membenarkan adanya penemuan jenazah perempuan di salah satu tempat indekos di Jalan Kedondong, Kecamatan Beji, Kota Depok.
"Betul pada hari Rabu tanggal 4 November 2026 ditemukan seorang mayat perempuan ya di kos-kosan di Jalan Kedondong Kecamatan Beji Kota Depok, di mana pada saat dilakukan di TKP korban sedang mengalami pembusukan," kata Hendra kepada wartawan, Jumat, 6 November 2026.
Terungkapnya peristiwa tersebut bermula ketika pemilik indekos mencium aroma tidak sedap yang berasal dari kamar korban. Kecurigaan semakin kuat karena pintu kamar tidak dapat dibuka.
Pemilik kos kemudian meminta bantuan Ketua RT setempat untuk membuka kamar secara paksa. Setelah itu, kejadian tersebut dilaporkan melalui layanan kepolisian 110.
"Kemudian jam 3 dilakukan pembongkaran ya karena tidak bisa dibuka kemudian menghubungi Pak RT dan menghubungi 110 kemudian datang dari Polsek Beji dan Polres Metro Depok untuk melakukan pemeriksaan dan cek TKP," katanya.
Petugas kepolisian yang tiba di lokasi selanjutnya melakukan pemeriksaan tempat kejadian perkara (TKP). Dari hasil pengecekan, korban diketahui sudah dalam kondisi meninggal dunia.
Untuk memastikan penyebab kematian, jenazah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati guna menjalani pemeriksaan autopsi.
Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, polisi tidak menemukan indikasi kekerasan pada tubuh korban. Selain itu, sejumlah barang milik korban di dalam kamar juga dipastikan masih berada di tempatnya.
"Dari hasil autopsi tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, barang-barang pun tidak ada yang hilang ya. Dari hasil autopsi ditemukan bahwa korban mengalami pembengkakan jantung," jelasnya.
Hendra menambahkan, pihak keluarga sebelumnya diketahui pernah membawa korban menjalani pemeriksaan dan pengobatan di rumah sakit terkait kondisi kesehatannya.
"Di mana keluarga juga pernah berobat ya, dibawa berobat di rumah sakit ya. Jadi penyebabnya disebabkan oleh karena sakit ya," ucapnya.
Polisi juga memperkirakan korban telah meninggal dunia sekitar tiga hari sebelum akhirnya ditemukan. Perkiraan tersebut didasarkan pada kondisi jenazah yang sudah mengalami pembusukan ketika petugas tiba di lokasi.
"Saat ditemukan kemungkinan sudah tiga hari ya karena sudah mengalami pembusukan," kata Hendra.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media