Jebol! Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Ini Biang Keroknya

news.fin.co.id - 08/07/2026, 21:19 WIB

Jebol! Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Ini Biang Keroknya

Nilai tukar rupiah melemah ke Rp17.992 per dolar AS Senin pagi.

Keputusan tersebut memunculkan kekhawatiran di kalangan investor karena membuka kemungkinan perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia dari emerging market menjadi frontier market .

Jika perubahan klasifikasi benar-benar terjadi di masa mendatang, arus investasi asing ke pasar modal Indonesia berpotensi mengalami perubahan yang dapat memengaruhi sentimen terhadap rupiah dan aset domestik lainnya.

Harga Minyak Dunia Tambah Tekanan

Dari sisi eksternal, kenaikan harga minyak dunia juga menjadi salah satu faktor yang membebani pergerakan rupiah.

Menurut Lukman Leong, meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah mendorong harga minyak naik sehingga memberikan tekanan tambahan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia.

Kenaikan harga minyak juga berpotensi meningkatkan biaya impor energi sehingga menambah tekanan terhadap neraca perdagangan dan nilai tukar rupiah.

Pasar Menunggu Risalah FOMC

Pelaku pasar kini mengalihkan perhatian pada risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang dijadwalkan dirilis pada Rabu malam waktu setempat.

Dokumen tersebut diperkirakan akan memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve.

Menurut Lukman, apabila risalah FOMC kembali menunjukkan sikap yang cenderung ketat ( hawkish), maka dolar AS berpotensi semakin menguat.

Penguatan dolar biasanya memberikan tekanan tambahan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Data Penjualan Ritel Jadi Fokus Berikutnya

Selain menantikan perkembangan dari Amerika Serikat, investor juga akan mencermati data penjualan ritel Indonesia yang dijadwalkan dirilis pada Kamis (9/7/2026).

Data tersebut akan menjadi salah satu indikator penting untuk mengukur kekuatan konsumsi domestik.

Apabila hasilnya lebih baik dari perkiraan, sentimen terhadap rupiah berpotensi membaik. Sebaliknya, jika data menunjukkan perlambatan, tekanan terhadap mata uang domestik bisa berlanjut.

Derry Sutardi
Derry Sutardi
Penulis

Pimred FIN.CO.ID